VISI

Mewujudkan sekolah HEBAT (Humanis, Efektif, Barakhlak mulia, Apresiatif Aplikatif dan Tangguh)

  • Juara 1 Musikalisasi Puisi Jawa Barat

    Juara 1 Musikalisasi Puisi Jawa Barat

    Senin, 13 November 2017 12:31

    Published in Berita

  • Gebyar Bulan Bahasa SMAN 5 GARUT

    Gebyar Bulan Bahasa SMAN 5 GARUT

    Senin, 13 November 2017 11:43

    Published in Berita

  • Memperingati Tahun Baru Islam 1439 H

    Memperingati Tahun Baru Islam 1439 H

    Jumat, 29 September 2017 11:33

    Published in Berita

  • Kegiatan Donor Darah

    Kegiatan Donor Darah

    Jumat, 25 Agustus 2017 08:18

    Published in Berita

  • Pelepasan Kelas XII

    Pelepasan Kelas XII

    Kamis, 25 Mei 2017 08:54

    Published in Berita

  • Juara Silat

    Juara Silat

    Rabu, 11 Januari 2017 11:58

    Published in Berita

  • Pelantikan Pengurus OSIS & Ekstrakurikuler 2016-2017

    Pelantikan Pengurus OSIS & Ekstrakurikuler 2016-2017

    Sabtu, 10 Desember 2016 11:25

    Published in Berita

  • Juara 2 Musikalisasi Puisi SMA/SMK Se Jawa Barat

    Juara 2 Musikalisasi Puisi SMA/SMK Se Jawa Barat

    Kamis, 24 November 2016 10:18

    Published in Berita

  • IHT Implementasi Kurikulum 2013

    IHT Implementasi Kurikulum 2013

    Kamis, 13 Oktober 2016 10:44

    Published in Berita

  • Memperingati Tahun Baru Islam 1438 H

    Memperingati Tahun Baru Islam 1438 H

    Kamis, 13 Oktober 2016 09:19

    Published in Berita

 

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT semata, atas kehendak-Nya kami bisa hadir ditengah derasnya perkembangan teknologi informasi setelah kami lakukan update, baik dari sisi pengelolaan maupun isinya.

Dunia pendidikan tak lagi bisa dihindari sejalan dengan peradaban IPTEK, termasuk SMA Negeri 5 Garut sebagai institusi pendidikan berusaha membangun efektivitas komunikasi dan informasi dalam era globalisasi. Sistem digital telah berkembang secara cepat dan merambah pesat dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, revolusi teknologi informasi ini kita optimalkan agar pendidikan masa mendatang lebih bersifat terbuka dan kolaboratif.

Berbagai informasi berkaitan dengan program dan pengembangan sekolah mudahmudahan dapat diakses melalui website  SMA Negeri 5 Garut sehingga  media ini dapat digunakan sebagai sarana interaksi antara sekolah dengan  siswa, orang tua siswa, alumni dan stakeholder lainnya secara luas.

Kami sadari bahwa website SMA Negeri 5 Garut masih banyak kekurangan baik dari sisi tampilan, menu maupun isi. Namun demikian, kami akan terus berkreasi dan meng-update agar informasi penyelenggaraan pendidikan dapat tersosialisasi dengan baik

Info SMAN 5 Garut

SEJARAH LAHIRNYA PRAMUKA DI INDONESIA

AWAL KEPRAMUKAAN DI INDONESIA
Masa Hindia Belanda
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandse Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.
Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah "Javaanse Padvinders Organisatie" (JPO); berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.
Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hisbul Wathon" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.
Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.
Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.
Masa Bala Tentara Dai Nippon
"Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.
Masa Republik Indonesia
Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.
Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.
Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.
Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepramukaan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.
Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia
Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.
Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.
Seminar Tugu ini meng-hasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan ke-pramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan Novem-ber 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen P dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan".
Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.
Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.
KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA
Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.
Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.
Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Kelahiran Gerakan Pramuka
Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi   kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.
Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.
Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.
Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka

Sebagai bahan pembelajaran kita di bidang Kepramukaan berikut kami berikan contoh-contoh perumusan tata tertib Musyawarah ambalan Pramuka yang kami sadur dari berbagai sumber, kiranya dapat dimodifikasi untuk penyusunan Musyawarah ambalan di Gudep Masing-masing

Semoga artikel ini bermanfaat

 

 

TATA TERTIB

MUSYAWARAH AMBALAN I

AMBALAN ARJUNA-SRIKANDITAHUN 2010

  1. Pendahuluan

Musyawarah merupakan forum kekuasaan tertinggi dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan bersama, di forum inilah ditentukan masa depan sebuah organisasi atau bentuk sebuah kegiatan. Maka, pengambilan keputusan yang dalam hal ini adalah peserta musyawarah harus benar – benar berfikir secara jernih seoptimal mungkin dengan penuh pertimbangan, jangan asal menghasilkan sebuah keputusan sehingga akhirnya membuahkan sebuah penyesalan bahkan saling lempar kesalahan. Karenanya dalam sebuah musyawarah sebagai forum pengambilan keputusan diperlukan sebuah kondisi yang kondusif, maka perlu disusun sebuah tata tertib untuk menciptakan suasana kondusif tersebut.

BAB I

NAMA, WAKTU, TEMPAT, KEDUDUKAN, DASAR, TUJUAN DAN FUNGSI

Pasal 1

Nama

Forum ini dinamakan Musyawarah Ambalan Arjuna-Srikandi Gudep ..........., selanjutnya disingkat MUBAL I Tahun 2017.

Pasal 2

Waktu

Mubal ini dilaksanakan pada Hari Jum’at, ......... 2010

Pasal 3

Tempat

Mubal ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Pameungpeuk

Pasal 4

Kedudukan

Mubal ini berkedudukan sebagai Musyawarah Tertinggi Dewan Ambalan Arjuna_Srikandi Gudep .............

BAB II

DASAR, TUJUAN DAN FUNGSI

Pasal 5

Dasar

  1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  3. PP No. 80 Tahun 1988 tentang pola pembinaan pramuka Penegak dan Pandega
  4. Keputusan Dirjen DEPDIKBUD No. 047/ DJ/Kep/ 1981 tentang kerjasama pendidikan kepramukaan di Sekolah.
  5. Program kerja Dewan Ambalan.

Pasal 6

Tujuan

Menghasilkan rumusan rancangan kebijakan dan sasaran masa bakti 2010 – 2011.

Pasal 7

Fungsi

  1. Forum untuk menghasilkan rumusan, rancangan, sasaran dan kebijakan Dewan Ambalan Arjuna Srikandi 2010 – 2011
  2. Memilih Pradana Dewan AmbalanArjuna Srikandii 2010 – 2011.

BAB III

PELAKSANAAN MUSYAWARAH

Pasal 8

Peserta Musyawarah

  1. Musyawarah Ambalan I dihadiri oleh
    1. Peserta
    2. Penasehat
    3. Peninjau
  2. Peserta adalah anggota Ambalan Arjuna Srikandi.
  3. Penasehat adalah Unsur Mabigus dan Pembina gudep.  
  4. Peninjau adalah para tamu undangan yang menghadiri musyawarah.

Pasal 9

Quorum

  1. Musyawarah Ambalan ini dinyatakan sah jika dihadiri oleh sekurang – kurangnya setengah lebih satu dari jumlah anggota Dewan Ambalan.
  2. Jika ketentuan pada poin satu tidak tercapai maka Musyawarah Ambalan Reka Persada Dewi Periwi ditangguhkan selama 5 menit untuk disepakati selanjutnya.

Pasal 10

Cara Pengambilan Keputusan

  1. Keputusan diambil secara musyawarah untuk mufakat
  2. Apabila ketentuan pada poin satu tidak tercapai, maka keputusan dapat diambil dengan cara pemungutan suara terbanyak
  3. Apabila ketentuan poin dua tidak tercapai maka keputusan diserahkan pada presidium sidang dengan memperhatikan aspirasi peserta.
  4. pemungutan suara dapat dilakukan secara lisan atau tulisan tergantung kebutuhan.

Pasal 11

Hak dan Kewajiban

  1. Peserta sidang yang hadir mempunyai hak suara dan hak bicara
  2. Setiap peserta sidang mempunyai satu hak suara.
  3. Semua peserta tidak dibenarkan mewakilkan suaranya pada orang lain.
  4. Semua peserta boleh bicara setelah mendapat izin dari presidium sidang.
  5. Semua peserta sidang hanya boleh keluar setelah mendapat izin dari presidium sidang.
  6. Setiap peserta sidang mendapat perlakuan yang sama dari presidium sidang.
  7. Peninjau dan undangan hanya mempunyai hak bicara apabila diizinkan oleh presidium sidang.
  8. Peserta sidang berkewajiban menjaga keamanan dan ketertiban serta mentaati peraturan musyawarah.

BAB VI

PERSIDANGAN

Pasal 12

Jenis Sidang

  1. Sidang Pleno I, II, III, dan IV
  2. Sidang Komisi terdiri dari :
    1. Komisi A : Peraturan Dasar
    2. Komisi B : Pola Pembinaan
    3. Komisi C : Administrasi dan Peraturan Keuangan
    4. Komisi D : Adat Ambalan.
  3. Sidang pleno dihadiri oleh seluruh peserta musyawarah.
  4. Sidang Komisi adalah sidang yang diikuti oleh peserta yang telah ditentukan oleh presidium sidang.

Pasal 13

Ketentuan Persidangan

  1. Persidangan digunakan untuk membicarakan hal – hal yang penting dalam musyawarah Ambalan Arjuna Srikand
  2. Dalam setiap pandangan umum, dibuka sejumlah termin berdasarkan kesepakatan peserta dan presidium sidang.
  3. Sidang komisi membicarakan atau membahas materi sidangnya masing – masing kemudian diputuskan dalam sidang pleno berikutnya.

Pasal 14

Pimpinan Sidang

  1. Mubal I ini di pimpin oleh presidium sidang sebanyak 3 orang.
  2. Sidang pleno satu dipimpin oleh pimpinan sidang sementara yang telah ditentukan Pembina Gudep.
  3. Pimpinan sidang dipilih oleh peserta musyawarah
  4. Semua peserta musyawarah berhak dipilih menjadi presidium sidang.
  5. presidium sidang berhak dan berkewajiban memimpin dan mengatur jalannya persidangan dengan tidak menyimpang dari tata tertib persidangan.
  6. presidium sidang diperbolehkan menolak usul – usul peserta musyawarah apabila menyimpang atau tidak sesuai dengan masalah yang dibicarakan.
  7. presidium sidang wajib mengesahkan maslah yang dibahas jika telah disepakati.
  8. presidium sidang berhak memberi sanksi atau peringatan pada peserta sidang yang mengganggu jalannya persidangan.
  9. Sidang komisi dipimpin oleh pimpinan sidang komisi yang dipilih oleh anggota komisi yang terdiri atas ketua dan sekretaris.
  10. Pimpinan sidang komisi diwajibkan mengatur jalannya sidang komisi dengan tidak menyimpang dari peraturan dan ketentuan yang telah disahkan dalam sidang sebelumnya.

Pasal 15

Cara Pemilihan Pradana

  1. Pemilihan Pradana untuk masa Bakti 2010 – 2011 dilakukan secara langsung oleh peserta musyawarah.
  2. Pradana dipilih dari Ambalan sesuai dengan kriteria yang telah disepakati oleh peserta musyawarah.
  3. Pemilihan Pradana terdiri dari 3 tahap yaitu :
    1. Pencalonan
    2. Pemilihan
    3. Pengesahan Calon terpilih.
  4. Sebelum peserta dipilih menjadi Pradana, calon berkewajiban menyampaikan visi dan misinya didepan peserta musyawarah.

BAB VII

LAIN – LAIN

Pasal 16

Hal – hal yang belum ditetapkan dalam tata tertib ini akan diatur dan ditentukan kemudian jika dianggap perlu.

Ditetapkan di

: Garut

Tanggal

:

Jam

:

Pimpinan Sidang Sementara

(.....................................)

(.....................................)

(.....................................)

Komisi A

PERATURAN DASAR

GERAKAN PRAMUKA AMBALAN ARJUNA SRIKANDI

GUDEP 27051 – 27052 PANGKALAN SMAN 5 GARUTTAHUN 2010

  1. Pendahuluan

Bahwa sesungguhnya pembinaan bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga Negara Republik Indonesia, maka generasi muda sebagai bagian dari warga negara berkewajiban mengisi kemerdekaan indonesia sesuai dengan tuntutan hati nurani rakyat yang mencita – citakan keadilan dan kesejahtraan ysng berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang di Ridhoi Alloh, SWT.

Bahwa sesungguhnya tujuan pembangunan nasional adalah membentuk manusia seutuhnya, sehingga pramuka penegak sebagai bagian seluruh rakyat yang tergabung dalam Gerakan Pramuka dengan didorong rasa tanggung jawab dan pengabdian kepada tanah air dan masyarakat.

Atas dasar ini, sesuai dengan kemurnian generasi muda Gerakan Pramuka, maka dirumuskan Peraturan Dasar Dewan Ambalan Arjuna Srikandi sebagai  berikut  :

BAB I

NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT

Pasal 1

Nama

Ambalan Arjuna Srikandi

Pasal 2

Waktu

Ambalan ini didirikan pada tanggal  28 Oktober 1988 dan hari ulang tahun Ambalan adalah tanggal 28 Oktober.

Pasal 3

Tempat

Ambalan Arjuna-Srikandi berpangkalan di SMA Negeri 5 Garut Jln. CikopoPameungpeukGarut.

BAB II

DASAR HUKUM, SIFAT DAN TUJUAN

Pasal 4

Dasar Hukum

  1. Pancasila
  2. Undang – Undang Dasar 1945
  3. Kepres RI No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka
  4. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  5. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  6. Peraturan Penyelenggaraan No. 80 Tahun 1988 tentang Pola Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.
  7. Keputusan Dirjen dikti Depdikbud dan Kwarnas No. 047/DJ/KEP/1981 tentang kerjasama pendidikan dan pembangunan kepramukaan di gugusdepan.

Pasal 5

Sifat

  1. Gerakan Pramuka Ambalan Arjuna Srikandi merupakan organisasi yang membantu pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembinaan dibidang pendidikan khususnya pendidikan kepramukaan bagi pemuda dan anak – anak indonesia.
  2. Gerakan Pramuka Ambalan Arjuna Srikandi membina watak dan kepribadian guna menjadi manusia yang tangguh yang siap menghadapi tantangan Zaman.

Pasal 6

Tujuan

  1. Turut memajukan perkembangan pendidikan kepramukaan
  2. Ikut mengembangkan pembinaan serta pendidikan dibidang keagamaan, keorganisasian, kemasyarakatan dan keterampilan.
  3. Memperkokoh persaudaraan kekeluargaan dan kebersamaan dalam organisasi.

BAB III

MUSYAWARAH DAN ANGGOTA

Pasal 7

Musyawarah

1     Kekuatan tertinggi pada Musyawarah Ambalan yang dilakukan minimal satu tahun sekali

2     Musyawarah Luar Biasa dilakukan apabila ada hal – hal yang mendesak dan dianggap perlu, atas prakarsa dan usul tiga perdua dewan ambalan yang ada dengan persetujuan pembina.

Pasal 8

  1. Anggota Penegak adalah yang telah syah dilantik sebagai anggota.
  2. Anggota Penegak adalah orang yang telah dilantik disatuannya masing – masing.
  3. Anggota Purna adalah anggota yang telah :
  1. Menikah
  2. Usia 20 Tahun
  3. Keluar secara hormat.

BAB IV

DEWAN

Pasal 9

Dewan

Dewan Ambalan Arjuna Srikandi adalah anggota Gudep yang telah ditetapkan berdasarkan musyawarah disatuan masing – masing sesuai dengan pola pembinaan penegak.

Pasal 10

Komposisi Pengurus

  1. Dewan Ambalan terdiri dari Pradana, Krani, Juru Uang dan Pemangku Adat.
  2. Bila dianggap perlu dapat membentuk bidang sesuai dengan minat dan kebutuhan anggota.

Pasal 11

Dewan Kehormatan

  1. Anggota Dewan Kehormatan terdiri dari, Pembina Satuan, Dewan Ambalan dan yang ditunjuk oleh dewan ambalan apabila dibutuhkan.
  2. Dewan Kehormatan bertugas :
  1. Menilai sikap prilaku dan juga untuk mendapakan tanda penghargaan.
  2. Menilai sikap dan prilaku anggota yang melanggar kode kehormatan dan merugikan nama baik Gerakan Pramuka.
  3. Dewan Kehormatan dapat membentuk Tim Waslitev yang bertugas melakukan Pengawasan dan Evaluasi.

Pasal 12

Sangga Kerja

  1. Untuk mengelola kegiatan serta operasional program satuan bersama berhak membentuk sangga kerja yang di SK kan berdasarkan Surat Keputusan Pembina.
  2. Sangga Kerja berwenang merencanakan, mengonsep dan merencanakan kegiatan yang sebenlumnya dikonsultasikan bersama Dewan Ambalan ke Pembina.
  3. Sangga Kerja bertanggungjawab kepada Dewan Ambalan.

BAB V

BENTUK HUBUNGAN

Pasal 13

Bentuk Hubungan

  1. Koordinatif antar Dewan dan Sangga Kerja
  2. Koordinatif, konsultatif, dan informatif dengan Kwartir c.q Dewan Kerja.
  3. Koordinatif dan informatif dengan gudep.

BAB VI

ATRIBUT

Pasal 14

Lambang

Lambang Ambalan Arjuna Srikandi berbentuk Prisai.........................................................................................

Pasal 15

Panji

Jelas terdapat dalam Logo Gerakan Pramuka Ambalan Arjuan Srikandi.

Pasal 16

Tanda Jabatan

  1. Tanda Jabatan Dewan Ambalan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan.
  2. Tanda Jabatan dan tanda pengenal Gerakan Pramuka serta aturan dasar Gerakan Pramuka untuk Penegak.

Pasal 17

Motto

Berbuat dengan Ikhlas tanpa minta balas budi

...................................................................................

...................................................................................................

BAB VII

ADAT AMBALAN

Pasal 18

Adat Ambalan

  1. Adat Ambalan Arjuna Srikandi adalah ketentuan – ketentuan dan kebiasaan yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota.
  2. Adat Ambalan Arjuna Srikandi  terlampir di Komisi D.

BAB VIII

ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 19

Keuangan

Mengenai Keuangan akan dibahas di Komisi C

BAB IX

PENUTUP

Pasal 20

Perubahan Aturan

Peraturan ini dapat diubah hanya pada musyawarah ambalan.

Pasal 21

Lain – Lain

Hal – hal lain yang belum ditentukan dalam aturan ini diatur kemudian oleh Dewan Ambalan yang di pertanggung jawabkan pada Musyawarah.

Pasal 22

Penutup

Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di

: Garut

Tanggal

: 28 Mei 2010

Jam

:

Pimpinan Sidang

(.....................................)

(.....................................)

(.....................................)

Komisi B

POLA PEMBINAAN

GERAKAN PRAMUKA AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI

GUDEP 27051 – 27052 PANGKALAN SMAN 15 PANDEGLANG TAHUN 2010

  1. Pendahuluan
  • Untuk menyongsong era globalisasi dalam rangka meningkatkan kwalitas peserta didik dan pengembangan Gudep Kwartir Nasional telah menyusun rencana startegi gerakan pramuka dalam panca karsa utama.
  • Didalam prioritas peserta didik dipusatkan pada peningkatan kualitas dan pengembangan Gudep.
  • Gugusdepan yang berpangkalan di Sekolah Menengah Atas sebagai persamaan kader pramuka yang dinilai memiliki karakteristik tersendiri terutama dalam kepribadian dan pola pikirnya lebih kritis, oftimis dan idealis.
  • Maka dengan tidak mengurangi nilai manfaat aturan yang da tentang pola pembinaan serta aturan yang lainnya. Maka kesemuanya itu perlu dilengkapi dengan tafsiran dan pemahaman ulang yang lebih dalam upaya perealisasian Gudep.
  • Oleh karena adanya suatu sistem yang mengatur pola pembinaan pramuka penegak yang berpangkalan di SMA tidak dinafikan kehadirannya. Termasuk pola pembinaan Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi.
  1. Dasar Hukum

1     Pancasila

2     Undang – Undang Dasar 1945

3     Kepres RI No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka

4     Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

5     Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

6     Peraturan Penyelenggaraan No. 80 Tahun 1988 tentang Pola Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

7     Keputusan Dirjen dikti Depdikbud dan Kwarnas No. 047/DJ/KEP/1981 tentang kerjasama pendidikan dan pembangunan kepramukaan di gugusdepan.

  1. Landasan
  • Landasan ideal : Pancasila.
  • Landasan konstitusional : Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
  • Landasan mental, moral dan normatif : Kode Kehormatan Pramuka yaitu Trisatya sebagai janji Pramuka, dan Dasadarma sebagai ketentuan moral, serta etika, tata nilai, dan adat istiadat yangluhur, yang hidup dalam masyarakat sebagai norma.
  • Landasan Struktural

      Keputusan Presiden RI nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.

      Ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

      Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

      Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

  • Landasan Operasional

      Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.

      Ketetapan MPR RI tentang Garis-garis Besar Haluan Negara.

      Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 0323/U/1978 tentang Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda.

      Ketentuan-ketentuan Gerakan Pramuka yang berkaitan dengan Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

  • Landasan Konsepsional

      Hakekat Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal.

      Tujuan Gerakan Pramuka seperti yang tercantum di dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

      Asas pendidikan dan nilai kebudayaan nasional.

      Asas Pembangunan Nasional.

  • Landasan Historis

      Sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

      Sejarah perkembangan Gerakan Pramuka.

  1. Tujuan

      Tujuan pembinaan Pramuka Penegak adalah untuk :

a. Tujuan umum

    Membentuk Pramuka Penegak yang :

  • Berediologi Pancasila.
  • Kuat keyakinan beragamanya.
  • Tinggi mental, kuat fisik dan rohaninya.
  • Berguna bagi diri pribadi, keluarga dan masyarakat serta bangsa dan negaranya.
  • Berkesadaran hokum.
  • Berkesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Berkesadaran internasional untuk mengembangkan persatuan/persaudaraan dalam rangka membina perdamaian dunia.

b. Tujuan khusus (kualitatif)

    Membentuk Pramuka Penegak yang :

  • Berkemampuan untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila.
  • Berjiwa kepemimpinan, memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin terhadap keluarga, masyarakat dan negara.
  • Mengembangkan patriotisme dan idealisme.
  • Berkesadaran social dan berkesadaran rasional.
  • Berkepribadian dan berbudi pekerti luhur
  • Jujur dan adil.
  • Berjiwa gotong royong dan pengabdian serta meningkatkan daya kreasi.
  • Mengamalkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kewiraswastaan.
  • Menjadi kader pimpinan Gerakan Pramuka, masyarakat, bangsa dan negara.
  • Memiliki dan mengembangkan sikap yang :
    • Teguh pada pendirian, tidak sewenang-wenang, kritis, obyektif dan rendah hati.

c. Tujuan khusus (kuantitatif)

     Membentuk Pramuka Penegak yang :

  • Menjaga kesinambungan keanggotaan dari golongan Siaga sampai dengan golongan Pandega.
  • Setiap Gugusdepan memiliki sedikitnya satu Ambalan dan atau satu Racana.
  • Setiap sepuluh orang anak didik memiliki satu orang Pembina Pramuka.
  1. Pengorganisasian
  • Ambalan

      Ambalan beranggotakan warga Ambalan yang terdiri atas :

      Penegak, Calon Penegak dan Tamu Ambalan.

      Untuk menggerakkan Ambalan dibentuk Dewan Ambalan

@Dewan Ambalan terdiri atas semua Pramuka Penegak yang sedikitnya sudah dilantik sebagai Penegak Bantara.

@Dewan Ambalan dipimpin oleh :

      Seorang Pradana

      Seorang Kerani

      Seorang Bendahara

      Seorang Pemangku Adat

@Tugas Dewan Ambalan merencanakan dan melaksanakan program berdasarkan Keputusan Musyawarah Penegak.

  • Apabila diperlukan, Ambalan dapat membentuk Sangga. Dalam melaksanakan tugas, Dewan Ambalan dapat membentuk Sangga Kerja.
  • Untuk menyelesaikan masalah yang menyangkut kehormatan anggota, maka dibentuk Dewan Kehormatan yang terdiri atas Pradana, Pemangku Adat, serta Pembina sebagai Penasehat.
  • Musyawarah Penegak dilaksanakan sedikitnya 1 (satu) tahun sekali yang dihadiri oleh seluruh anggota Ambalan dengan acara:

      Mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

      Merencanakan kegiatan Ambalan yang akan datang.

      Membicarakan Adat Istiadat Ambalan.

      Memilih Pengurus Dewan Ambalan masa bakti berikutnya.

B. Sistem Pola Pembinaan Dewan Ambalan

Tamu Penegak

  • Tamu Penegak adalah seorang Pramuka Penggalang yang karena usianya dipindahkan dari Pasukan Penggalang ke Ambalan Penegak, atau pemuda yang berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun yang belum pernah menjadi anggota Gerakan Pramuka.
  • Lamanya menjadi Tamu Penegak paling lama 3 (tiga) bulan.
  • Selama menjadi Tamu Penegak diberi kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan adat-istiadat yang berlaku di Ambalan tersebut.
  • Bagi anggota Ambalan lainnya diberi kesempatan untuk mengenal dan menilai Tamu Penegak tersebut.

Calon Penegak

  • Calon Penegak ialah Tamu Penegak yang dengan sukarela menyatakan diri sanggup mentaati peraturan dan Adat Ambalan dan diterima oleh semua anggota Ambalan untuk menjadi anggota Ambalan tersebut.
  • Lamanya menjadi Calon Penegak sedikitnya 6 (enam) bulan.
  • Perpindahan status dari Tamu Penegak menjadi Calon Penegak dilaksanakan dengan upacara sederhana dan dialog yang mengandung pendidikan bagi segenap anggota Ambalan tersebut.
  • Calon harus mawas diri dan menghargai orang lain serta menyadari hak dan kewajibannya, antara lain :

      Tidak mempunyai hak suara dalam musyawarah.

      Mempunyai hak bicara dalam diskusi, pertemuan dan musyawarah.

      Harus mengikuti acara Ambalan yang bersangkutan.

      Berkewajiban menyelesaikan SKU tingkat Penegak Bantara.

      Berkewajiban ikut menjaga dan mengembangkan nama baik Ambalannya.

  • Setiap Calon Penegak dibina oleh dua orang Penegak Bantara/Laksana dari Ambalan yang bersangkutan.

 Penegak Bantara

  • Penegak Bantara adalah Calon Penegak yang telah memenuhi SKU bagi Penegak Bantara dan mentaati Adat Ambalan.
  • Perpindahan dari Calon Penegak menjadi Penegak Bantara dilaksanakan dengan upacara pelantikan, yang bersangkutan mengucapkan janji Trisatya dengan sukarela dan berhak memakai tanda pengenal untuk Penegak Bantara.
  • Selama menjadi Penegak Bantara diberi kesempatan latihan membaktikan diri kepada masyarakat dan membentuk kepribadian yang kuat.
  • Seorang Penegak Bantara wajib tetap melanjutkan latihan dan kegiatan lainnya untuk :

      Menyelesaikan SKU bagi Penegak Laksana sehingga dapat dilantik sebagai Penegak Laksana.

      Menempuh Syarat Kecakapan Khusus sesuai dengan kesenangan dan bakatnya sehingga mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus.

      Mengembangkan bakat dan minatnya dalam Satuan Karya serta menyebarkan tugas pokok Sakanya itu sesuai dengan kemampuannya.

      Mencari kesempatan untuk mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir sehingga dapat membantu menyelenggarakan kegiatan di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang.

      Berperan serta dalam memberikan bantuan kepada Kwartir sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada padanya.

Penegak Laksana

  • Penegak Laksana adalah Penegak Bantara yang telah memenuhi SKU bagi Penegak Laksana dan mentaati Adat Ambalan.
  • Perpindahan dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana dilaksanakan dengan upacara kenaikan dengan mengucapkan ulang janji Trisatya dengan sukarela dan berhak memakai tanda pengenal untuk Penegak Laksana.
  • Selama menjadi Penegak Laksana diberi kewajiban memimpin kegiatan bakti untuk Gerakan Pramuka dan masyarakat.
  • Seorang Penegak Laksana wajib tetap melanjutkan latihan dan kegiatannya bahkan dikembangan terus untuk :

      Menambah jumlah/bobot dalam menempuh Syarat Kecakapan Khusus sehingga mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus yang lebih tinggi.

      Memperdalam dan memperluas keikut sertaanya di dalam Satuan Karya.

      Mengikuti kursus yang diselenggarakan Gerakan Pramuka.

      Memberikan kesempatan untuk membaktikan dirinya dengan membantu menyelenggarakan latihan atau kegiatan untuk Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang.

      Berperan serta dalam memberikan bantuan kepada Kwartir sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada padanya.

  1. Prinsip dan Materi Kegiatan

Prinsip Kegiatan

Gerak dasar kegiatan bagi pencapaian sasaran Pramuka Penegak adalah :

  • Membangkitkan, mendorong dan mengarahkan serta mengatur dan mengembangkan keinginan/minat, semangat serta daya kemampuan Pramuka Penegak.
  • Semua bentuk kegiatan harus berisi/mengandung pendidikan mental, jasmani, pengetahuan, keterampilan dan pengamalan bakti Pramuka Penegak sehingga dapat menjadi kader pembangunan yang bermoral Pancasila dan berjiwa wiraswasta, serta dapat hidup bahagia dengan pedoman dan penghayatan kehormatan Pramuka.
  • Dalam rangka menyiapkan Pramuka Penegak agar mampu membantu Pembina Pramuka Siaga dan Penggalang, mereka diberi kesempatan mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir.
  • Kegiatan Pramuka Penegak meliputi :

      Bina diri

      Bina satuan Pramuka

      Bina masyarakat

  • Metode kegiatan antara lain :

      Permainan

      Diskusi

      Demonstrasi

      Lomba

      Drama dan bermain peran

      Kelompok kerja

      Penugasan pribadi

      Perkemahan

  • Bentuk kegiatan antara lain :

      Perkemahan

      Gladian

      Latihan Pengembangan Kepemimpinan

      Latihan keterampilan

      Proyek percobaan (pilot)

      Kursus

      Bakti Masyarakat

      Pertemuan Pramuka, misalnya Raimuna

      Mengenal alam terbuka

      Halang rintang dan gladi tangguh

      Kegiatan agama

     Materi Kegiatan

  • Ruang lingkup materi kegiatan Pramuka Penegak meliputi seluruh segi kehidupan manusia yang baik.
  • Semua kegiatan Pramuka Penegak merupakan percobaan dan latihan menerapkan hasil studinya tentang manajemen, terutama mengenai pengembangan kepemimpinannya dalam bentuk secara praktis.
  • Semua kegiatan bagi Pramuka Penegak merupakan percobaan dan latihan menerapkan hasil studinya tentang manajemen, terutama mengenai amal dan pengembangan kepemimpinannya secara praktis didalam membina anak didik.
  • Materi kegiatan yang dilaksanakan mempunyai dua tujuan yang berkaitan yaitu :

      ke dalam : merupakan pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

      Ke luar : sebagai bakti kepada masyarakat dalam rangka pembangunan nasional, khususnya pembinaan generasi muda.

  • Materi-materi kegiatan meliputi antara lain :

      Mental spiritual

      Patriotisme (cinta tanah air)

      Idealisme

      Sosial

      Kewarganegaraan

      Seni budaya

      Cinta alam

      Keterampilan

      Ketangkasan

      Penanggulangan keadaan darurat

      Kependudukan dan transmigrasi

      Lingkungan hidup dan kelestarian alam

      Koperasi dan Tabungan Nasional

      Pertanian (dalam arti luas)

      Pertukangan dan kerajinan

      Kebaharian

      Kedirgantaraan

      Keamanan dan ketertiban masyarakat

      Perayaan dan peringatan hari-hari bersejarah

      Kampanye penerangan, sensor film, palang merah, pemberantasan buta huruf dan pendidikan kesejahteraan keluarga.

  1. Pendekatan

Untuk mempermudah mengatasi berbagai masalah, perlu adanya pendekatan melalui berbagai cara, antara lain :

a. Diskusi

      Diskusi Panel, denganmelibatkan unsur orang dewasa dan ahli yang memiliki latar belaksang pengetahuan mengenai hal-hal yang didiskusikan.

      Seminar dengan melibatkan unsur orang dewasa dan ahli di bidang yang diseminarkan, untuk memperoleh kemungkinan pemecahan.

      Lokakarya, dengan melibatkan orang yang berpengalaman di bidang yang dibahas, untuk memperoleh cara pemecahan yang tepat dan praktis.

b. Pemberian Petunjuk

Pemberian petunjuk untuk mengatasi masalah, misalnya :

      Petunjuk Penyelenggaraan

      Petunjuk Pelaksanaan

      Petunjuk Teknis

      Buku Petunjuk, dan lain-lainnya.

c. Pengumpulan Data

Pengumpulan data mengenai :

      Dokumentasi

      Hasil penelitian

      Hasil pengamatan

      Hasil wawancara, dan lain-lainnya.

d. Pendidikan

Mengikut sertakan Pramuka Penegak dan Pandega pada berbagai kegiatan pendidikan seperti :

      Gladian Pimpinan Satuan Pramuka Penegak dan Pandega

      Latihan Pengembangan Kepemimpinan

      Kursus Pembina Pramuka

      Kursus Keterampilan

      Pendidikan lain di luar Gerakan Pramuka.

e. Penyusunan Rencana

Mengatasi masalah dengan memasukkannya dalam perencanaan, antara lain :

      Rencana Kerja untuk satu masa bakti

      Program Kerja untuk satu tahun anggaran

      Program Darurat untuk pemecahan masalah yang harus segera dilaksanakan dalam waktu yang singkat, dan berbentuk intensifikasi pelaksanaan program.

  1. Penutup

Hal lain-lain yang belum tercantum dalam Penjabaran pola pembinaan ini akan diatur kemudian oleh Dewan Ambalan yang di pertanggung jawabkan pada Musyawarah.

Ditetapkan di

: Garut

Tanggal

: 28 Mei 2010

Jam

:

Pimpinan Sidang

(.....................................)

(.....................................)

(.....................................)

Komisi C

PETUNJUK ADMINISTRASI DAN KEUANGAN

GERAKAN PRAMUKA AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI

GUDEP 27051 – 27052 PANGKALAN SMAN 15 PANDEGLANG TAHUN 2010

  1. Pendahuluan

Gudep sebagai pusat gerak dan wadah pembinaan pramuka perlu adanya dukungan administrasi secara tertib namun sederhana.

Administrasi Gudep

Agar pelaksanaan administrasi dapat teratur, tertib dan berkesinambungan diperlukan buku-buku catatan sebagai berikut:

  1. Buku catatan pribadi pesertadidik

Buku tersebut dipegang oleh Ketua Gudep dan harus selalu dimutahirkan.  Buku catatan pribadi berisi:

      Nama Lengkap, nama kecil/nama panggilan.

      Tempat dan tanggal lahir.

      Tanggal masuk mejadi anggota Gerakan Pramuka.

      Sifat baik yang perlu dikembangkan.

      Sifat kurang baik yang perlu dikurangi/dihilangkan.

      Kepemimpinan yang pernah dialami/diikuti.

      Peristiwa-peristiwa penting selama menjadi pesertadidik (sebutkan peristiwa penting, tanggal dan tempatnya, misalnya: dilantik menjadi Siaga, Siaga Mula, Bantu, Tata, Garuda, naik Golongan Penegak, dilantik menjadi Penegak Bantara, Laksana, Garuda dan seterusnya).

      Observasi terhadap pribadi anggota (kecerdasan, gotong royong, disiplin, kegembiraan, suka menolong/membantu, loyalitas, kejujuran, inisiatif, kepribadian/mentalitas, kreatifitas, pengabdian dan sebagainya).

      Kegiatan kepramukaan atau kegiatan lain yang pernah diikuti

      Penyakit/ganggunan kesehatan yang pernah dan atau diderita

      Mutasi anggota, dan sebagainya.

b.  Buku registrasi pesertadidik berisi:

      Nama Lengkap, jenis kelamin (putra/putri).

      Tempat dan tanggal lahir.

      Nama Orang tua/Wali.

      Pekerjaan Orang tua/Wali.

      Alamat rumah.

      Anak ke….., dari jumlah saudara putra/putri … orang.

      Golongan darah.

      Bakat dan hobby.

      Hal-hal yang perlu diperhatikan (kebiasaan, kesehatan, bahasa yang dikuasai dan lain-lain).

      Pengalaman dalam kepramukaan.

      Bagi pesertadidik penyandang cacat perlu dimasukkan jenis kecacatannya.

      Lain-lain.

c.  Buku registrasi Pembina dan anggota Mabi, berisi:

      Nama

      Alamat dan nomor telpon.

      Tempat dan tanggal lahir.

      Jabatan dalam masyarakat/pemerintahan dan jabatan dalam Mabi/Gudep.

      Status Perkawinan.

      Nomor dan tanggal sertifikat/ijazah kursus-kursus yang pernah diikuti; KMD, KML, KPD dan KPL.

      Pendidikan formal.

d.  Catatan/notulen rapat/risalah rapat:

      Catatan/notulen rapat dengan Pembina Gudep, berisi permasalahan gudep, progja dan sebagainya.

      Catatan/notulen rapat dengan Dewan Kehormatan Gudep, berisi permasalahan yang dibahas dan keputusan terakhir rapat untuk bahan evaluasi.

      Catatan/notulen rapat dengan Mabigus, setiap pertemuan harus dicatat dan dicek hasil-hasil rapat sebelumnya.

      Log book (buku catatan) merupakan catatan peristiwa-peristiwa penting di dalam gudep, setiap kegiatan dan pengambilan keputusan yang penting harus tercatat pada buku tersebut.  (Log Book berisi: catatan waktu, peristiwa, ilustrasi, gambar, tempelan/guntingan berita dan sebagainya).

      Pencatatan diupayakan singkat, jelas, lengkap dan mutahir.

e.  Buku Inventaris

Buku Inventaris merupakan buku catatan sarana pendukung yang berisi catatan alat-alat, peralatan atau perlengkapan yang meliputi:

      Nama benda/alat/perlengkapan.

      Jumlah masing-masing perlengkapan.

      Kondisi masing-masing perlengkapan.

      Asal usul barang tersebut.

Hal itu penting untuk pemeliharaan dan pengorganisasian secara terus-menerus, sehingga membantu mempermudah ketika akan mengadakan kegiatan dan mempermudah pemeliharaannya.  Mengingat hal tersebut sering dilalaikan, maka hendaknya dijadikan tradisi oleh gudep/pembina/regu untuk melaksanakan pencatatan tersebut secara teratur, teliti dan berkesinambungan.

f.   Buku agenda, verbal dan expedisi surat menyurat.

Semua surat-surat, baik yang diterima maupun yang dikirimkan harus dicatat dengan teliti.  Arsip surat-surat harus diatur dalam tata naskah (berkas) dan setiap tahun diadakan penilaian dan pemilahan.

g.  Buku Acara Kegiatan

Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh gudep maupun satuan harus dicatat dengan baik, hal itu akan sangat berguna untuk bahan referensi bagi kegiatan yang akan datang.

h.  Formulir untuk pelaksanaan kegiatan administrasi yang selalu berulang dan sama, sebaiknya untuk efisiensi dibuat formulirnya, misalnya:

      Formulir peminjaman alat/perlengkapan.

      Formulir laporan kekuatan.jumlah anggota.

      Formulir permintaan ijin, dan sebagainya.

i.   Pencatatan tentang pelaksanaan pelatihan (Program Kegiatan)

Berisikan sasaran setiap kegiatan yang dicapai oleh anggota yang merupakan bahan evaluasi sejauh mana berbagai sasaran-sasaran kegiatan telah dicapai.  Salah satu hal yang menarik bagi anggota adalah bila mereka dapat mencapai sasaran, karena berarti ada kemajuan pribadinya.  Setiap satuan harus memiliki catatan tersebut untuk mengukur keberhasilannya.

j.    Buku Program

Buku tersebut sangat penting untuk merencanakan dan mengoperasikan program agar dapat sukses, susunlah program secara detail, tulis dan catat.  Hal tersebut berguna pula untuk dipelajari guna pengembangan di masa depan.

k.   Administrasi dana dan keuangan satuan.

Satuan diijinkan untuk mendapatkan dana dari gudep, Mabi, orangtua pesertadidik dan sponsor lain melalui gudep untuk kepentingan operasional satuan.  Dana tersebut dicatat secara lengkap, kwitansi-kwaitansi dan tanda terima/pengeluaran uang harus tertib, lengkap dan dapat di cek sewaktu-waktu bila diperlukan.

l.    Buku catatan pribadi setiap pembina:

Untuk mengembangkan anggota/pesertadidik secara individu tidak cukup hanya dengan mengandalkan ingatan untuk mengetahui kemajuan individu anggota tersebut.  Oleh karena itu, setiap pembina perlu memiliki buku catatan pribadi, dan perlu mencatat informasi yang berkaitan dengan kemajuan yang dicapai.

  1. Contoh Penomoran Surat : 01/ RP.DP/Mubal/ 2010

Cara penomoran Sangga Kerja : 01/ SK.RPDP/Mubal/2010

Cara Penomoran Sertifikat            : 01/ S.RPDP/Mubal/2010

Cara Penomoran Piagam  : 01/P. RPDP/Mubal/2010

  1. Penggunaan Stempel

      Stempel gugusdepan dibubuhkan pada tandatangan Pembina

      Stempel satuan dibubuhkan pada tanda tangan pembina satuan

      Stempel sangga kerja dibubuhkan pada tanda tangan sangga kerja.

II.   Administrasi Keuangan

Untuk menjamin agar keuangan gudep terorganisasikan dengan baik, ketentuan dan prosedur keuangan harus dilaksanakan secara ketat (disiplin).

Prosedurnya adalah:

      Semua penerimaan/pendapatan dimasukkan dalam rekening bank segera (pada kesempatan pertama).

      Semua uang tersimpan dalam bank, hanya ada uang tunai pada kas kecil.

      Semua dana melalui bank, pengambilan uang harus atas persetujuan Ketua Gudep yang ditandatangani sedikitnya oleh 2 orang anggota Pembina Gudep yang telah ditentukan.

      Tanda terima atau kwitansi harus dibuat rangkap 2 (dua), pada setiap penerimaan/pengeluaran uang ditulis jumlah uangnya dan tanda terima atau kwitansi pembayaran harus disimpan.

      Setiap Satuan, Ketua Gudep dan Mabi, boleh mengelola sendiri uang di bank (bank account).

Untuk satuan diatur oleh Dewan Ambalan.

Ketua Gudep harus mengawasi dan memeriksa apakah ketentuan administrasi dan prosedur dilaksanakan dengan baik dan benar.

      Pemeriksaan

Setiap akhir tahun diperlukan adanya pemeriksaan keuangan meliputi semua pengoperasian dana di gudep maupun satuan dan di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gudep bila dianggap perlu dibantu auditor yang independen.

      Usaha Dana (Fundrising)

Dalam usaha dana perlu ada penjelasan bahwa Gerakan Pramuka memerlukan dukungan bantuan untuk pelaksanaan kegiatannya. Caranya dengan melakukan pendekatan kepada orang yang akan diminta bantuan dana tersebut yang dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Usaha dana bukanlah suatu pelatihan untuk meminta-minta.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam usaha dana:

  • Cari identifikasi sumber-sumber dana.
  • Pastikan bahwa alasan untuk memerlukan dana tambahan cukup kuat.  Ingat bahwa orang merespon kebutuhan yang nyata.  Kemukakan sejarah tentang keberhasilan Gerakan Pramuka dan harus mampu menunjukkan bahwa dana yang dikumpulkan akan sangat berguna untuk menambah peralatan dan melaksanakan kegiatan yang lebih banyak, misalnya untuk mengikuti jambore, lomba tingkat, dan kegiatan-kegiatan lain di tingkat kwartir.
  • Pengumpulan dana
  • Semua usaha dana harus dengan meminta, yang penting adalah siapa yang akan meminta dan bagaimana cara yang baik untuk meminta, tergantung dengan siapa yang akan dimintai.
  • Ucapan terima kasih
  • Proses yang terpenting pada usaha dana adalah ucapan terima kasih setelah menerima dana dan menyampaikan informasi tentang penggunaannya.
  • Laporan Keuangan bulanan

@Bendahara membuat laporan bulanan kepada Ketua Gudep pada setiap akhir bulan.

@Harus diingat bahwa uang yang dikelola oleh gudep haruslah uang yang jelas dan halal.

Penghasilan dan Iuran

Penghasilan Gudep diperoleh dari:

  • Iuran anggota yang besarnya ditentukan oleh Mugus.
  • Bantuan Sekolah.
  • Bantuan dari masyarakat yang tidak mengikat.
  • Lain-lain sumber yang tidak bertentangan dengan Perundang-undangan Negara Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

           Pelaksanaan iuran :

      Para Pramuka, Pembina Pramuka, dan anggota Mabigus wajib membayar iuran bulanan kepada gudepnya, sesuai peraturan yang berlaku.

      Gudep wajib membayar iuran bulan kepada Kwartirnya.

Penutup

Hal lain-lain yang belum tercantum dalam Petunjuk Administrasi dan Keuangan ini akan diatur kemudian oleh Dewan Ambalan yang di pertanggung jawabkan pada Musyawarah

Ditetapkan di

: Garut

Tanggal

: 28 Mei 2010

Jam

:

Pimpinan Sidang

(.....................................)

(.....................................)

(.....................................)

Komisi D

ADAT AMBALAN

GERAKAN PRAMUKA AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI

GUDEP 27051 – 27052 PANGKALAN SMAN 15 PANDEGLANG TAHUN 2010

  1. Pendahuluan

Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berupa membina dan mengembangkan anggota agar menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas. Aplikasi dari pembinaan dan pengembangan tersebut lebih dititik beratkan pada keseharian anggotanya merupakan persaudaraan bakti, hidup yang saling membantu serta saling mengembangkan cinta pramuka di ambalan ada hal – hal yang harus dipatuhi atau dilaksanakan dan dilestarikan eksistensinya oleh anggota Ambalan itu sendiri, maka dari itu dipandang perlu adanya suatu kebiasaan yang bernilai positif dan dapt dilaksanakan sebagai suatu kebiasaan dari Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi.

  1. Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan disusunnya adata Ambalan ini adalah untuk memberikan aturan – aturan yang menjadi khas dari Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi dan dapat terbiasa mengamalkan dan menghayati suasana kehidupan yang kondusif.

  1. Pengembangan Adat Ambalan
    1. Adat Umum berlaku bagi anggota secara umum, disampaikan secara berantai dan mengikat seluruh anggota Ambalan.
    2. Yang berkewajiban mengawasi dan memelihara adat umum adalah pemangku adat.
    3. Dalam pengembanan adat perlu diperhatikan :
      1. Adat tidak boleh bertentangan dengan nilai – nilai agama.
      2. adat tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Gerakan Pramuka.
      3. Adat tidak boleh mengarah pada timbulnya kelompok – kelompok eksklusif.
      4. Adat harus mengandung nilai – nilai pendidikan.
      5. Adat timbul dan berkembang atas aspirasi, cita, rasa dan karsa para anggota.
      6. adat harus selaras dengan sistem nilai masyarakat.
      7. jika terjadi pelanggaran adat umum, maka sangsi yang diberikan harus bersifat mendidik.
  1. Perangkat Adat Ambalan
    1. Nama

Nama Adat Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi yang ditetapkan dengan istilah Ambalan.

  1. Amsal

Amsal Ambalan kita adalah Berbuat dengan Ikhlas tampa minta balas budi.

  1. Sandi Ambalan

Sandi dibacakan ketika Upacara Pelantikan Dewan Ambalan atau kegiatan lain yang diselenggarakan oleh Dewan Ambalandan dianggap perlu, adapun tata cara penggunaan sandi ambalan adalah :

Putra

:

Pemangku adat berdiri sambil menundukan kepada tangan kanan memegang Bambu Runcing dan diletakan di sebelah kiri.

Anggota

:

Menundukan kepala sambil memegang ujung stangan leher dengan tangan kanan diletakan didada sebelah kanan.

Putri

:

Pemangku adat berdiri sambil menundukan kepala dengan memakai selendang dipundak, kedua tangan bertautan dan letakan di pinggang sebelah kiri.

Anggota

:

Berdiri sambil menundukan kepala lengan kedua tangan bertautan dan diletakan dipinggul sebelah kiri.

Sandi Ambalan Kita :

Dengarlah kata – kata sandi ambalan kita :

Disanalah ia berdiri

Putra putri indonesia sejati

Tegak tubuhnya

Teguh imannya

Amal ibadah menghiasi hidupnya

Manusia yang selalu taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Yakin akan Keesaan dan Keagunngannya

Selalu mengsyukuri nilmat tuhan yang dirasakanya

Dengan melindungi alam dan melestarikan lingkungan

Ciptaan tuhan yang tidak ada bandigannya.

Tegak, diam dan tenang

Wajahnya cemerlang

Matanya memancarkan sinar kasih sayang

Yang menggurdi hati orang

Sikapnya yang ramah dan sopan

Ciri kesatria yang tampan

Patriot indonesia yang dibanggakan.

Ketenangannya membuktikan kemenangannya

Kemenangan atas gejolak jiwa

Yang bergelora selama menjadi pemuda.

Patuh akan putusan musayawarah

Bermufakat atas berbagai pendapat

Tugas terlaksana tampa debat

Karena berpegang pada filsapat

Tanpa dukungan sahabat sesama umat

Tampa pramuka sebagai sodara dekat

Tiada banyak yang dapat ia perbuat.

Menolong sesama dikerjakan dengan ihklas

Tidak mengharap fuji dan balas

Keberhasilan usaha berbuah senyuman puas.

Keberhasilan akibat kerajinan dan ketekunan

Ketangkasan dan keterampilan

Tabah, tangguh dan sabar

Bertekad baja, berhati sutera

Selalu gembira dalam suka dan duka.

Hemat menggunakan tenaga

Pikiran serta harta miliknya

Bekerja dengan cermat dan tertata

Bersahaja dalam hidupnya.

Disiplin dan berai dalam bertindak

Atas keputusan yang penuh bijak

Tuk mewujudkan kestiaan pada orang tua

Pemimpin, guru, bangsa, negara dan Agama.

Bertanggungjawab atas dirinya

Keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya

Berkata nyata

Tidak setangah nyata

Atau dapat berarti dua

Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Jadi kebiasaan dalam menjaga harkat dan martabatnya

Sebagai insan tuhan yang setia

Dan warganegara Indonesia yang berpancasila.

Itulah cita – cita ambalan

Citra Gerakan Pramuka

DARMA SAKTI ..... SATYA BHAKTI..

Itulah Cita – Cita Ambalan Kita.

  1. Lambang
    1. Lambang ditetapkan dalam tiga bentuk yaitu :
    2. Badge terdiri dari dua bentuk
      1. Badge Satuan
      2. Badge Gabungan.
      3. Untuk kegiatan satuan atau mewakili satuan menggunakan badhe satuan sedangkan ketika kegiatan gudep tingkat Nasional atau Daerah menggunakan badge gabungan dengan amsal ”Berbuat dengan Ikhlas tampa minta balas budi”
      4. Penggunaan panji atau bendera Ambalan diletakan disebelah kiri bendera merah putih pada waktu acara – acara pramuka didalam ruangan.
      5. Penggunaan lencana dipakai ketika memakai pakaian bebas atau batik diletakan didada sebelah kiri.
      6. Pusaka Adat
        1. Pusaka Adat ambalan Reka Persada berbentuk Banbu runcing dengan ukuran panjang 150 cm.
        2. Pusaka adat ambalan Dewi Pertiwi adalah selendang warna Hijau dengan Panjang 2 M.
        3. Pusaka adat digunakan ketika pembacaan sandi, pelantikan dewan, pelantikan anggota dan kegiatan lainnya bila dianggap perlu.
  1. Penerapan Adat Ambalan
    1. Pergaulan antar anggota

      Panggilan antar anggota adalah kakak dan penggilan antar satuan disesuaikan dengan adat satuan masing – masing.

      Setiap bertemu harus mengucapkan salam.

      Pergaulan antar anggota dilakukan dengan sistem satuan terpisah tetapi pada saat atau waktu tertentu diperkenankan untuk bersatu selama tidak melanggar norma.

  1. Ketentuan menjadi anggota Ambalan.

      Telah mengikuti pendidikan masa tamu.

      Telah dilantik oleh pembina gudep menjadi anggota ambalan.

  1. Upacara
  • Pada waktu istirahat dalam acara resmi, disesuaikan dengan ketentuan umum Gerakan Pramuka.
  • Bila memungkinkan setiap pelantikan anggota, dewan dan purna anggota disepakati menggunakan prosesi adat.
  • Dalam membaca doa posisi tubuh ahrus tegak, kaki terbuka,kepala menunduk tangan memegang tangan kiri.
  1. Seluruh Atribut Ambalan tidak diperkenankan dipinjamkan ke orang lain kecuali anggota pramuka.
  2. Penghargaan diberikan kepada :
  • Anggota aktif yang telah menyelesaikan studinya.
  • Anggota atau orang yang telah berjasa mengharumkan nama baik.
  • Bentuk mendali ditentukan kemudian.
  • Anggota yang aktif setahun setelah dilantik menjadi bantara atau laksana berhak mendapat bintang tahunan yang telah diputuskan oleh dewan kehormatan.
  • Anggota atau orang yang berjasa berhak mendapat penghargaan dengan bentuk sesuai kesepakatan.
  1. Sangsi yang ditentukan oleh juru adat amsing – masing satuan.

      Sangsi ringan berupa teguran atau nasihat untuk pelanggaran yang bersifat ringan seperti makan sambil berdiri dan lain – lain.

      Apabila dalam pertemuan ambalan lima kali berturut – turut tidak hadir tampa alasan maka juru adat berhak memanggil dan memberikan hukuman atau sangsi,

      Sangsi sedang berupa teguran agak keras berbentuk tulisan atau surat untuk pelanggaran yang bersifat sedang seperti tidak mengikuti kegiatan tiga kali berturut – turut.

      Sangsi berat berupa penangguhan atau pencopotan hak anggotanya dari Gerakan Pramuka  di Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi.

  1. Adat berpakaian

      Pada saat sholat, makan, minum, dan masuk WC stangan leher dan pita leher dimasukan kedalam baju.

      Seragam pramuka yang dipakai disesuaikan dengan SK kwarnas.

      Pakaian jilbab disesuaikan dengan hasil musyawara.

  1. Penutup

Demikian uraian singkat adat ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi, berdasarkan hasil sosialisasi adat dan ditinjau kembali dalam Musyawarah ambalan I.

Ditetapkan di

: Garut

Tanggal

: 28 Mei 2010

Jam

:

Pimpinan Sidang

(.....................................)

(.....................................)

(.....................................)

KEPUTUSAN

MUSYAWARAH AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI GUDEP 27051 – 27052

PANGKALAN SMA NEGERI 15 PANDEGLANG

Nomor : 01 / MUBAL I/ RPDP/ 2010

TENTANG

AGENDA DAN TATA TERTIB

Musyawarah Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Pangkalan SMA Negeri 15 Pandeglang

 

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

MUBAL I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 :

Menimbang

:

  1. Bahwa agar Mubal I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052, dapat terselenggara dengan baik dan dapat menghasilkan keputusan yang efektif, strategis dan efisien, maka perlu adanya agenda sidang.
  2. Bahwa agar seluruh kegiatan Bahwa agar Mubal I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 berlangsung dengan tertib , maka diperlukan adanya peraturan yang mengatur tata tertib persidangan.
  3. Bahwa untuk itu perlu dituangkan dalam Surat Keputusan Mubal I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052, 

Mengingat

:

1     Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

2     Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

3     PP No. 80 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

4     Program Kerja Dewan Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Memperhatikan

:

  1. Keputusan MUBAL I tentang Pernyataan Kuorum.
  2. Usulan yang berkembang dalam persidangan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

 

Pertama

:

Mengesahkan Agenda dan Tata Tertib MUBAL I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052.

Kedua

:

Keputusan ini berlaku sejak disahkan sampaidengan berakhirnya MUBAL I Tahun 2010.

Diputuskan di           : Garut

Pada Tanggal           : 28 Mei 2010

PIMPINAN SIDANG PENDAHULUAN

Anggota

(.......................................)

Ketua

(.......................................)

Sekretaris

(.......................................)

KEPUTUSAN

MUSYAWARAH AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI GUDEP 27051 – 27052

PANGKALAN SMA NEGERI 15 PANDEGLANG

Nomor : 02 / MUBAL I/ RPDP/ 2010

TENTANG

PERNYATAAN KUORUM

Musyawarah Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Pangkalan SMA Negeri 15 Pandeglang

 

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

MUBAL I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 :

Menimbang

:

  1. Bahwa agar Mubal I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052, dapat terselenggara dengan baik dan dapat menghasilkan keputusan yang efektif, strategis dan efisien, maka perlu adanya agenda sidang.
  2. Bahwa Mubal I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 dianggap sah, maka diperlukan adanya Pernyataan Kuorum.
  3. Bahwa untuk itu perlu dituangkan dalam Surat Keputusan Mubal I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052, 

Mengingat

:

1     Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

2     Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

3     PP No. 80 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

4     Program Kerja Dewan Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Memperhatikan

:

1     Keputusan MUBAL I tentang Pernyataan Kuorum.

2     Usulan yang berkembang dalam persidangan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

 

Pertama

:

Telah terpenuhinya jumlah peserta MUBAL I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052.

Kedua

:

Keputusan ini berlaku sejak disahkan sampaidengan berakhirnya MUBAL I Tahun 2010.

Diputuskan di           : Garut

Pada Tanggal           : 28 Mei 2010

PIMPINAN SIDANG PENDAHULUAN

Anggota

(.......................................)

Ketua

(.......................................)

Sekretaris

(.......................................)

KEPUTUSAN

MUSYAWARAH AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI GUDEP 27051 – 27052

PANGKALAN SMA NEGERI 15 PANDEGLANG

Nomor : 03 / MUBAL I/ RPDP/ 2010

TENTANG

PRESIDIUM

Musyawarah Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Pangkalan SMA Negeri 15 Pandeglang

 

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

MUBAL I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 :

Menimbang

:

  1. Bahwa agar Musyawarah Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 dapat berjalan terarah, maka perlu ditunjuk Pimpinan Sidang yang selanjutnya disebut Presidium yang diberi tugas untuk mengatur dan memimpin jalannya persidangan.
  2. Bahwa untuk itu perlu dituangkan dalam surat keputusan Mubal I tahun 2010 tentang Presidium Musyawarah Ambalan Tahun 2010. 

Mengingat

:

1     Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

2     Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

3     PP No. 80 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega

4     Program Kerja Dewan Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Memperhatikan

:

  1. Keputusan MUBAL I tentang Pernyataan Kuorum.
  2. Keputusan MUBAL I tentang Agenda dan tata tertib persidangan
  3. Usulan yang berkembang dalam persidangan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

 

Pertama

:

Personil dengan nama – nama sebagai berikut :

1.

2.

3.

Sebagai presidium Musyawarah Ambalan I Tahun 2010.

Kedua

:

Keputusan ini berlaku sejak disahkan sampaidengan berakhirnya MUBAL I Tahun 2010.

Diputuskan di           : Garut

Pada Tanggal           : 28 Mei 2010

PIMPINAN SIDANG PENDAHULUAN

Anggota

(.......................................)

Ketua

(.......................................)

Sekretaris

(.......................................)

KEPUTUSAN

MUSYAWARAH AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI GUDEP 27051 – 27052

PANGKALAN SMA NEGERI 15 PANDEGLANG

Nomor : 04 / MUBAL I/ RPDP/ 2010

TENTANG

LAPORAN PERTANGUNGGUNG JAWABAN

Musyawarah Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Pangkalan SMA Negeri 15 Pandeglang

 

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

MUBAL I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 :

Menimbang

:

  1. Bahwa dalam rangka mengetahui hasil kerja Ambalan dipandang perlu Laporan Pertanggungjawaban dalam  Musyawarah Ambalan Tahun 2010.
  2. Bahwa untuk itu perlu dituangkan dalam surat keputusan Mubal I Tahun 2010 tentang pengesahan Laporan Pertanggung Jawaban Masa Bakti 2009/2010.

Mengingat

:

1     Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

2     Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

3     PP No. 80 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega

4     Program Kerja Dewan Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Memperhatikan

:

1     Keputusan MUBAL I tentang Pernyataan Kuorum.

2     Keputusan MUBAL I tentang Agenda dan tata tertib persidangan

3     Keputusan MUBAL I tentang Presidium Sidang

4     Usulan yang berkembang dalam persidangan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

 

Pertama

:

Mengesahkan laporan pertanggung Jawaban tugas pokok Dewan Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Masa Bakti 2009/2010, dan selanjutnya kepengurusan Masa Bakti yang bersangkutan dinyatakan Demisioner.

Kedua

:

Keputusan ini berlaku sejak disahkan sampaidengan berakhirnya MUBAL I Tahun 2010.

Diputuskan di           : Garut

Pada Tanggal           : 28 Mei 2010

PIMPINAN SIDANG PENDAHULUAN

Anggota

(.......................................)

Ketua

(.......................................)

Sekretaris

(.......................................)

KEPUTUSAN

MUSYAWARAH AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI GUDEP 27051 – 27052

PANGKALAN SMA NEGERI 15 PANDEGLANG

Nomor : 05 / MUBAL I/ RPDP/ 2010

TENTANG

SIDANG KOMISI

Musyawarah Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Pangkalan SMA Negeri 15 Pandeglang

 

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

MUBAL I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 :

Menimbang

:

  1. Bahwa agar pembahasan materi – materi Mubal I tahun 2010 dapat berjalan terarah, maka perlu dibentuk komisi – komisi.
  2. Bahwa untuk itu perlu dituangkan dalam Surat Keputusan Mubal I tahun 2010 tentang pembagian Sidang Komisi Mubal I Tahun 2010.

Mengingat

:

  1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  3. PP No. 80 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega
  4. Program Kerja Dewan Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Memperhatikan

:

  1. Keputusan MUBAL I tentang Pernyataan Kuorum.
  2. Keputusan MUBAL I tentang Agenda dan tata tertib persidangan
  3. Keputusan MUBAL I tentang Presidium Sidang
  4. Usulan yang berkembang dalam persidangan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

 

Pertama

:

Mengesahkan pembagian komisi berdasarkan kriteria yang sudah disepakati.

Kedua

:

Keputusan ini berlaku sejak disahkan sampaidengan berakhirnya MUBAL I Tahun 2010.

Diputuskan di           : Garut

Pada Tanggal           : 28 Mei 2010

PIMPINAN SIDANG PENDAHULUAN

Anggota

(.......................................)

Ketua

(.......................................)

Sekretaris

(.......................................)

KEPUTUSAN

MUSYAWARAH AMBALAN REKA PERSADA DEWI PERTIWI GUDEP 27051 – 27052

PANGKALAN SMA NEGERI 15 PANDEGLANG

Nomor : 06 / MUBAL I/ RPDP/ 2010

TENTANG

HASIL SIDANG KOMISI

Musyawarah Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Pangkalan SMA Negeri 15 Pandeglang

 

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

MUBAL I Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052 :

Menimbang

:

  1. Bahwa agar pembahasan materi – materi Mubal I tahun 2010 dapat disepakati, maka perlu disahkannya hasil sidang komisi.
  2. Bahwa untuk itu perlu dituangkan dalam Surat Keputusan Mubal I tahun 2010 tentang Pengesahan hasil Sidang Komisi Mubal I Tahun 2010.

Mengingat

:

  1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  3. PP No. 80 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega
  4. Program Kerja Dewan Ambalan Reka Persada Dewi Pertiwi Gudep 27051 – 27052

Memperhatikan

:

  1. Keputusan MUBAL I tentang Pernyataan Kuorum.
  2. Keputusan MUBAL I tentang Agenda dan tata tertib persidangan
  3. Keputusan MUBAL I tentang Presidium Sidang
  4. Usulan yang berkembang dalam persidangan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

 

Pertama

:

Mengesahkan Hasil Sidang  :

Komisi A tentang Peraturan Dasar

Komisi B tentang Pola Pembinaan

Komisi C tentang Administrasi dan Keuangan

Komisi D tentang Adat Ambalan.

Kedua

:

Keputusan ini berlaku sejak disahkan sampaidengan berakhirnya MUBAL I Tahun 2010.

Diputuskan di           : Garut

Pada Tanggal           : 28 Mei 2010

PIMPINAN SIDANG PENDAHULUAN

Anggota

(.......................................)

Ketua

(.......................................)

Sekretaris

(.......................................)

LATIHAN BARIS-BERBARIS

(LKBB)

 

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Berdasarkan PP tentang Upacara dalam Gerakan Pramuka bahwa semua upacara dalam Gerakan Pramuka mengandung unsur-unsur pokok tertentu, salah satunya adalah bentuk barisan menurut golongannnya (S, G, T dan D)

Bentuk barisan yang digunakan oleh peserta upacara (Pada Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan) selalu disesuaikan dengan perkembangan jiwa peserta didik. Bentuk barisan tersebut adalah sbb :

  1. Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Siaga adalah lingkaran, karena perhatian dan perkembangan jiwanya masih terpusat  pada orang tua/Keluarga atau Pembina.
  1. Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Penggalang adalah bentuk angkare, karena perhatian dan perkembangan jiwanya telah mulai terbuka.
  1. Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega adalah bersaf, karena perhatian dan perkembangan jiwanya sudah terbuka luas.
  1. Jika peserta upacara itu terdiri dari dua golongan atau lebih, maka bentuk barisan yang digunakan ditentukan oleh pimpinan upacara atau pengatur upacara sesuai dengan keadaan setempat, Seperi Upacara pindah golongan, upacara peringatan hari besar/ hari Pramuka dll.

UPACARA - UPACARA

 

 

 

 

 

  1. Tugas Petugas Upacara

Dalam Upacara kita mengenal dan harus memahami perangkat apa saja yang dibutuhkan sesuai dengan kepentingan dan tujuan acara Upacara tersebut. Antara lain terdiri atas :

1. Perangkat Upacara Bendera

a. Pembina Upacara, Pengatur Upacara

b. Pemimpin Upacara

c. Pemandu Acara

d. Pembaca Doa

e. Pembaca Naskah Pembukaan UUD 1945

f. Pembaca Naskah Janji Siswa

g. Pemimpin Lagu (dirigen)

h. Pendamping Pembina Upacara

i. Pengibar bendera (3 orang)

j. Pemimpin Kelompok Paduan Suara

k. Pemimpin Kelompok Peserta Upacara

l. Kelompok Paduan Suara

m. Kelompok-kelompok Peserta Upacara

2. Perlengkapan Upacara Bendera

  1. Tiang Bendera lengkap dengan talinya
  2. Bendera Merah Putih
  3. Naskah Pembukaan UUD 1945
  4. Naskah Pancasila
  5. Naskah Susunan Acara
  6. Pengeras Suara
  7. Tanda-tanda Penjuru untuk barisan
  8. Tugas Pejabat Upacara dan Petugas Upacara

3. Untuk melakukan upacara harus ditentukan pejabat-pejabat upacara dan para petugas yang membantu kelancaran upacara. Karena pengertian inilah UPACARA adalah UPA = Rangkaian dan CARA= Tindakan/gerakan, maka upacara berarti Tindakan dan gerakan yang dirangkai serta ditata dengan tertib dan disiplin.

Para pejabat dan petugas harus mengetahui dengan pasti apa peran dan tugasnya dalam upacara. Tanggung jawab masing-masing pejabat/petugas dari kerjasama yang terpadu diantara mereka akan menhasilkan upacara yang lancer, tertib, khidmat, dan mengena sasaran.

PEMBINA UPACARA

(dalam TUM : Inspektur Upacara)

Pembina Upacara adalah pejabat dalam upacara yang kepadanya disampaikan penghormatan yang tertinggi oleh peserta yang hadir mengikuti atau melakukan upacara.

Tugas Pokok :

Mensahkan upacara serta melakukan ketentuan dalam rencana pelaksanaan dengan mengingat keadaan, peserta dan tempat upacara.

  1. Menerima laporan Pengatur Upacara sebelum upacara dimulai.
  2. Menerima penghormatan dari peserta upacara
  3. Menerima laporan Pemimpin Upacara
  4. Memberi aba-aba penghormatan kepada Sang Merah Putih (bila dikehendaki)
  5. Memimpin Mengheningkan Cipta
  6. Membacakan teks Pancasila yang diulang oleh seluruh peserta upacara
  7. Menyampaikan Amanat
  8. Dapat melimpahkan sebagai tugasnya kepada Pemimpin Upacara
  9. Penanggungjawab terakhir pelaksanaan upacara

PEMIMPIN UPACARA (dalam TUM : Komandan Upacara)

Pemimpin upacara adalah pejabat bertugas memimpim peserta upacara dengan jalan memberikan aba-aba. Tugas Pokok :

menyiapkan dan mengatur peserta upacara

  1. menerima penghormatan dari Pemimpin Kelompok peserta upacara
  2. menerima laporan dari Pemimpin kelompok peserta upacara
  3.  memimpin dan memberikan aba-aba penghormatan dari peserta kepada Pembina upacara

menyampaikan laporan keadaan/kekuatan peserta upacara

  1. menerima pelimpahan wewenang yang diberikan dari Pembina upacara
  2. bertanggung jawab kepada Pembina upacara dan kepada atasan yang memberikan perintah dalam hal kesiapan dan tertibnya upacara
  3. membubarkan peserta upacara bila acara selesai

PENGATUR UPACARA (dalam TUM : Perwira Upacara)

Pengatur upacara adalah pejabat yang bertugas menyiapkan rencana acara upacara (secara tertulis) serta segala sesuatunya yang bertalian dengan pelaksanaan upacara baik perlengkapan maupun petugas-petugasnya.

Tugas Pokok :

  1. mengajukan rencana urutan acara upacara kepada Pembina upacara untuk memperoleh pengesahannya dan persetujuannya
  2. menentukan/menunjuk petugas-petugas pelaksanaan upacara
  3. menyiapkan/memeriksa tempat dan perlengkapan upacara
  4. memeriksa, mengatur serta mengendalikan jalannya upacara
  5. melapor atau memberikan informasi kepada Pembina upacara tentang segala sesuatunya sesaat sebelum upacara dimulai
  6. bertanggung jawab terhadap jalannya upacara kepada Pembina upacara

PEMANDU ACARA (dalam TUM : Protokol)

Pemandu acara adalah pejabat yang membacakan urutan acara upacara

Tugas Pokok :

  1. membantu pengatur upacara dalam hal membacakan acara demi acara sesuai urutan dan saat-saat yang telah ditentukan
  2. Dapat menyesuaikan dengan keadaan dan kemampuan para petugas pelaksanan
  3. mengetahui dengan tepat siapa-siapa petugas pelaksana
  4. bertanggung jawab kepada pengatur upacara

Petugas upacara memiliki tugas yang dibebankan kepadanya antara lain terdiri dari :
1. Pembawa teks Pancasila, sekaligus pendamping Pembina upacara bertugas :

a. Membawa Teks Pancasila dan Teks Amanat Pembina upacara

b. Menyerahkan Teks tersebut kepada Pembina upacara dan menerimanya kembali pada saat yang telah ditentukan.

2. Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 dan/ atau Teks Naskah lain (Janji Siswa, Dasa Darma Pramuka, Sumpah Pemuda, Kode Etik Organisasi dan sebagainya) bertugas :

a. Membawa serta membacakan teks tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan

b. Mengetahui dengan jelas isi dari teks tersebut.

Catatan : Dalam Gerakan Pramuka diperbolehkan dilakukan dengan pengucapan/ Tanpa teks. (mis : Pembukaan UUD 1945, Dasa Darma, Dwi Darma)

3. Pembaca Doa bertugas :

a. Menyusun teks doa sesuai dengan maksud upacara

b. Membawa serta membacakan doa tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan

4. Pemimpin Lagu/Dirigen bertugas :

a. Mengambil nada dengan cara menyanyikan baris terakhir dari lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk kemudian mulai menyanyi dan memimpinnya sampai selesai lagu

b. Mengetahui dengan pasti lagu-lagu lain yang akan dinyanyikan

c. Melaksanakan tugas ini ditempat serta pada saat yang telah ditentukan

d. Menentukan nada lagu yang dapat dinyanyikan oleh paduan suara peserta upacara

5. Petugas Bendera bertugas :

1. Sebelum upacara dimulai, mengetahui dengan jelas keadaan tiang, tali dan bendera yang akan dikibarkan

2. Menyiapkan dan melipat dengan tepat bendera yang akan dikibarkan

3. Mengibarkan Bendera Kebangsaan atau menurunkan serta menyimpannya kembali ke tempat semula

4. Melaksanakan tugas ini ditempat serta pada saat yang telah ditentukan dengan cermat dan khidmat.

  1. Pengertian Upacara Pelantikan dan kenaikan tingkat.

Upacara pelantikan dilaksanakan untuk peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan SKU tingkat awal, yaitu Siaga Mula, Penggalang Ramu, Penegak Bantara, dan Pandega.

a. Upacara dilakukan secara sederhana, khidmat dan berkesan terutama mengenai ucapan Janji/Satya Pramuka.

b. Upacara dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan Upacara Dalam Gerakan Pramuka.

c. Seyogyanya upacara pelantikan dihadiri pula oleh orangtua/wali peserta didik yang bersangkutan.

d. Sesudah mengikuti upacara pelantikan, peserta didik berhak memakai pakaian seragam lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

e. Sesudah upacara pelantikan, Pembina Pramuka yang melantik mengisi buku SKU dan menyerahkannya ke peserta didik yang dilantik.

Upacara kenaikan tingkat

a. yang dimaksud dengan upacara kenaikan tingkat yaitu upacara pemberian tanda kecakapan umum sebagai kelanjutan dari tingkat kecakapan awal; misalnya dari :

1) Siaga Mula ke Siaga Bantu

2) Siaga Bantu ke Siaga Tata.

dan seterusnya, begitu pula pada golongan Penggalang dan Penegak.

Pada golongan Pandega tidak ada upacara kenaikan tingkat, karena SKU Pandega hanya satu tingkat, sedangkanuntukupacara pemberian TKK dan Tanda Pramuka Garuda dapat dilakukan seperti upacara kenaikan tingkat.

Lihat skema di bawah ini :

 

  1. Bilamana Tali Bendera Putus

Jadi petugas Pengibar Bendera dalam suatu upacara nampaknya memiliki suatu beban tersendiri. Tanggung jawab yang mereka miliki adalah bagaimana dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik , lancar dan sempurna. Mengibarkan bendera Merah Putih di tiangnya yang tinggi dan tampak berkibar dengan bebasnya ketika ditiup angin. Begitulah kira-kira harapan mereka setiap melaksanakan tugasnya sebagai Sang Pengibar Bendera.

Lalu bagaimana apabila terjadi sesuatu di luar dugaan, disaat tali tiang ditarik tiba tiba tali bagian atas putus atau roda pada ujung tiang bendera macet, tidak mau berputar bahkan yang sering terjadi yakni tali tiang bendera keluar dari relnya/ roda. Padahal sebelumnya semua sudah diperiksa dan di uji coba berkali-kali.

Panik ? Tidak perlu. Jalankan saja Prosedur Tetap (Protap) yang kedua.

Apabila mengalami hal semacam ini,tindakan yang dilakukan adalah :

  1. Berusaha menangkap/ memegang  bendera agar  tidak jatuh ke tanah.
  2. Bentangkan bendera di depan tiang sampai upacara selesai.
  3. Setelah upacara selesai baru kemudian dibetulkan, kibarkan bendera seperti biasanya.

Hal demikian bisa dialami siapa saja namun sebaiknya tidak usah panik, kepanikan selain dapat mengurangi kekhimatan jalannya upacara juga menunjukkan bahwa petugas kurang siap dan kurang pengalaman.

Tidak pernah terbayangkan tetapi harus tetap nampak sigap, segala kemungkinan bisa saja terjadi, walaupun diluar kesengajaan

 

 

 

Yuyus Ali K

“sukses itu sulit, tetapi lebih sulit kalau kita tidak sukses”

Login Anggota

Guru & Staf TU

  • Aas Suherman, SP.JPG
  • ade solihin.jpg
  • Agus Darsana, S.Ag.jpg
  • aisumi.png
  • aitini.png
  • Ajat Sudrajat, S.Pd.JPG
  • arum.png
  • asep.jpg
  • asep.w.png
  • Asep K Ramdan, S.Pd.jpg
  • Asep Ramdan, S.Pd.jpg
  • Budi. Sahbudin, S.Pd.jpg
  • Dayat Hidayat.JPG
  • Deden Maulana, S.Pd.jpg
  • dedi hartono.jpg
  • Deti I, S.Pd.jpg
  • Dewi Sopyanti, S.Pd.jpg
  • Diah Sekarini, S.S.JPG
  • Dra. Tuti Cahyati.jpg
  • Drs. Agus Samsudin.JPG
  • Drs.jpg
  • Drs. Tata.jpg
  • Drs. Yuyus Ali. K, M.Pd.jpg
  • Effen Heryana, S.Pd.jpg
  • Efinda. N, S.Pd.JPG
  • Fera Noviawati, S.Pd.JPG
  • ganjar.jpg
  • garnis.png
  • H. Dedi.jpg
  • Hari.jpg
  • henij.jpg
  • Heni Nurani, S.Pd.jpg
  • indra.jpg
  • Indra Hendrawan, S.Pd.jpg
  • Insan Sari, S.Pd.jpg
  • Ir. M. Darmawan.jpg
  • keuis.JPG
  • mega.png
  • Neni. H, S.Pd.jpg
  • opa.png
  • R. Diana Budiman, S.Pd.jpg
  • rahman.png
  • Rama Ahmad, S.Pd.jpg
  • Reni. R, S.Pd.jpg
  • rifni.png
  • rio.png
  • Risnawati, S.Ag.JPG
  • Rofi Fitriadin, S.Pd.jpg
  • Ruhul. H, S.Pd.JPG
  • saepudin.jpg
  • Samsuul Azis, S.Hum.JPG
  • selviprima.png
  • sopyan.JPG
  • Sopyan Abdilah, S.Pd.JPG
  • Sution, S.Pd.JPG
  • tita.png
  • tri.png
  • Wawan Indra. I, S.Pd.jpg
  • widaningsih.png
  • Yayat H Suhana, S.Pd.jpg
  • Yayu. Y, S.Pd.jpg
  • yeni.jpg
  • Yopi Suryadi, S.Pd.JPG
  • Yulia Nur, S.Pd.jpg
  • yusti.png
  • Yusuf Iskandar, S.Pd.jpg
  • Yyuyus. Y, S.Pd.I.JPG

Pengunjung

Today 178

Yesterday 177

Week 533

Month 3362

All 194439

Currently are 64 guests and no members online

Pesan

Turn off/on Sound Smileys History FAQ Kide Chat

Powered by Kide Shoutbox

Guest_7443: ho..hooo//
Ujang: :P :D
Guest_5910: Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Sukabumi telah memasuki gelombang kedua... kunjing web kami www.ummi.ac.id
Yuyus Ali Kusnindar: Terimakasih atas informasinya
bayu santosa: andaikan sekolah dapat menjamin biaya kuliah siswa/siwi yang tidak mampu :D
Guest_5445: tak mampu belajar..?
Andri: kan ada subsidi silang :P
Andri: Selamat melaksanakan UN semoga sukses :)
Guest_9504: terima kasih bapak ibu guru Ku :)
Yuyus Ali Kusnindar: yuk.. kita jadikan forum ini untuk dialog ilmiah, bukan forum lain..ok..
Guest_007: Selamat Hardiknas ya tuk semuanya ......:D
Guest_7863: Bagamana kabar snptn sman 5 garut 2015 ?
Guest_3426: lumayan ada peningkatan
Fasmawi Saban: Assalamualaikum wrwb. sudah lama tak berkunjung ke sekolahku almamaterku, minimal selalu berkunjung ke websitenya :) semoga tambah maju dan keren
Guest001: Selamat jalan tuk rekan kelas xii, semoga sukses
Vemi Purwadi Bahtiar: Semoga SMA kita bisa lebih maju dan banyak prestasi yang di raih nya, kami selaku alumni dari SMAN 5 GARUT akan selalu bangga
Yuyus Ali Kusnindar: aamiin..
001: Selamat hari raya idul fitri
velinmarvelina: Asslamualaikum SMA 5 :-*
velinmarvelina: sudah lama tak jumpa
velinmarvelina: Mudah-mudahan semakin berprestasi yaa..
Yuyus Ali Kusnindar: kelihatannya pengujung sepi? karena warganya juga sepi perhatian.. prihatin.. kurang dimanfaatkan kah..?
afikarohmatillah: tidak sedikit yang ingin saya katakan. masa SMA adalah masa yg paling indah. selain mendapatkan wawasan. saya juga mendapatkan banyak pengalaman dan sebuah ikatan persahabatan.
Yuyus Ali Kusnindar: menyepi sambil menepi
Yuyus Ali Kusnindar: Sarepi kieu nya...
sma: Selamat menempuh UN untuk siswa kelas XII
sma: Selamat untuk siswa/siswi yang di terima di PTN melalui jalur SNMPTN :)
suhendar: Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuuhTAQOBALALLAHU MINNA WAMINKUM ...kasadayana
Fuji purwanto: Kangn sma negri 1 pameungpeuk... By angkatan 2009 ipa 1
sma: Perlombaan Baris Berbaris antar SMP/MTs se wilayah Garut selatan akan dilaksanakan Hari Minggu, 15 Januari 2017
efinda: Selamat melaksanakan PTS
sma: Selamat Hari Guru
Yuyus Ali Kusnindar: SEMOGA PENILAIAN AKHIR SEMESTER LANCAR DAN BERHASIL
sma: Selamat Kepada Miftah Fauzi (kelas XII) yang terpilih sebagai delegasi rembug pemuda internasional di Singapura 2-5 Oktober 2018
Asepessar: tes tes
sma: Ikuti lomba esai Dalam Rangka Milad SMAN 5 Garut ke-34

Only registered users can send messages, register or login
template designed by sman5garut.net